Hi travelers Indonesia, libur Idul Fitri 2018 sudah terlewat tapi kesan liburan bersama keluarga besarku ke Banjarmasin masih sangat terngiang-ngiang di kepala seakan baru kemarin berwisata susur sungai menggunakan perahu kelotok sambil babancakan menikmati nasi dan lauk pauknya yang dibawa dari rumah. Sebelumnya, kami sekeluarga besar dari Bekasi, Yogya, Sukabumi dan Bandung  dari jauh-jauh hari sudah merencanakan libur lebaran di Lombok tapi salah satu sanak famili tidak bisa meninggalkan tugas negara alias berdinas di Banjarmasin Provinsi Kalimantan Selatan. Beliau mengajak untuk berlibur di Banjarmasin dengan dalih wisata kolam renang, laut dan pegunungan sudah sangat stereotype. Jadi setelah bersepakat di grup keluarga di WhatsApp, diputuskan bahwa Banjarmasin jadi tujuan libur lebaran 2018 demi terkumpulnya semua anggota keluarga besarku dari kakek nenek sampai cucu-cucunya.

Lama durasi liburan kali ini menyesuaikan jadwal tiket pesawat pulang pergi yang sudah di-booking seminggu sebelumnya yaitu 3 hari 2 malam. Keberangkatan menggunakan maskapai penerbangan plat merah pukul 05.45 WIB subuh. Sengaja pakai maskapai plat merah karena penasaran sama berita kecanggihan Terminal 3 Ultimate Soetta. Kepulangannya kami pakai jasa maskapai golongan budget airline. O iya guys, ada tips nih untuk transport antar jemput bandara Soetta kalau rombongan traveler berjumlah 10-17 orang akan lebih nyaman menyewa micro bus komuter 15-20 seat, dibawah 10 orang nyaman pakai 2 unit taksi online, dibawah 3 orang pakai 1 unit taksi konvensional. Untuk penggunaan Damri atau bis khusus bandara, lebih nyaman untuk 1-2 orang traveler. Kenapa jenis modanya harus dikelompokan? Agar memudahkan ketua grup dan pesertanya dalam hal pengangkutan dan sortir logistik (tas, koper, dan lain-lain).

Sesampainya di Kalimantan Selatan, berikut itinerary yang sudah diagendakan, bisa jadi referensi buat kalian ya guys!

Hari ke-1 :

  1. Tiba di Bandara Syamsudin Noor, Banjarbaru pukul 08.30 WITA (1 jam lebih cepat dari WIB).   Tersedia mobil rental dan armada taksi untuk disewa begitu keluar dari kawasan Bandara.
  2. Waduk Riam Kanan : berkelotok* sambil tiduran dan makan siang menuju pulau pinus, sewa   hammock dan tiduran di pulau pinus untuk menghilangkan efek jetlag.
  3. Check-in hotel di kota Banjarmasin, lama perjalanan sekitar 1 jam.
  4. Jalan-jalan sore di KM 0 Taman Siring Banjarmasin. Terdapat beberapa lapak buah dan kuliner khas Banjar.
  1. Umat muslim bisa mengunjungi Masjid Raya Sabilal Muhtadin untuk menunaikan shalat magrib dan setelahnya bisa menikmati jajanan pentol goreng yang berjejer sepanjang jalan.
  1. Kuliner malam di Taman Siring Banjarmasin atau sepanjang tepi sungai Martapura.

* menggunakan perahu kelotok atau perahu bermesin dengan atap yang tinggi.

Waduk Riam Kanan adalah waduk yang dibangun tahun  1970-an dimana di waduk dengan kedalaman 60 meter. Di pertengahan waduk ini terdapat beberapa pulau wisata lengkap dengan pohon pinus, semilir angin sejuk, persewaan hammock Kota Banjarmasin dilewati oleh 2 sungai yang sangat lebar yaitu Martapura dan Barito. Sejauh mata memandang selama perjalanan berkendara darat, banyak jembatan yang kami lintasi di atas sungai. Tak heran karena sungai yang lebar, maka hilir mudik lalu lalang berbagai jenis perahu menyaingi ramainya transportasi darat. Mayoritas penduduk Banjar perairan menggunakan perahu Jukung dayung atau mesin dan kelotok atap rendah khusus sungai untuk mencapai tempat yang dituju.

Kuliner yang kami nikmati selama jalan-jalan sore hari pertama belum berciri khas Banjar yang menurut referensi yang saya pernah dengar dan baca, untuk apapun jenis masakan dari Banjar akan terasa manis di lidah dan menggunakan telur sebagai bahan utama. Karena lelah dan ingin cepat tiduran di hotel akhirnya menu dari restoran fastfood menjadi pilihan utama menu makan malam ditambah sekantong plastik pentol goreng berbagai varian yang dibeli di pinggir jalan depan hotel. Yang unik dari pentol goreng ini adalah rasanya yang enak, saus celupnya manis asin gurih, harganya murah dan seringkali pembeli menikmati pentol langsung di penjualnya dengan cara menusuk pentol kemudian dicelupkan ke toples saus. Bayarnya tinggal hitung saja berapa jumlah tusuk dan jenis pentol yang sudah dimakan. Orang-orang dewasa mengelilingi gerobak pentol, bercengkerama sambil berpentol ria, atmosfernya sungguh nikmat luar biasa….

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here