Tahun 2003 menjadi awal perjalanan Kresna Handicraft, ketika kerajinan tangan belum terlalu dikenal Woro Djuwarningsih sudah memulainya. Berawal dari kehilangan kesibukan karena harus mengikuti pekerjaan suami, Bude Woro akrab ia disapa mencoba segala usaha untuk mengisi luang waktu. Mulai dari catering, toko obat, tapi semua tak berjalan lancar. Mulailah ia mencoba kursus-kursus keterampilan wanita, ini menjadi awal Kresna Handicraft.
Bertempat di Jalan Kresna Raya, Bantarjati. Sedikitnya 100 karya Woro terpajang memenuhi garasi mobil yang disulap menjadi workshop. Berbagai karya kerajinan tangan berupa tas, dompet, tudung saji, mukena, bahkan hantaran untuk pernikahan ada di sini. Hargapun beragam mulai dari Rp 17.500 hingga Rp 750.000, tergantung tingkat kesulitan dan bahan yang dipakai.
Menjalani sebuah usaha harus dengan ketekunan, jangan pantang menyerah. Dan produk yang dimiliki harus selalu berbeda desainnya dengan yang ada dipasaran. Sehingga tanpa harus melihat lebih dekat orang akan mengetahui itu produk siapa, cerita wanita kelahiran Pati, Jawa Timur ini.
Kualitas, Kata Woro, ini perlu dijaga karena kepercayaan konsumen berawal dari hal tersebut. Selain itu, ide kreatif dan ketekunan menjadi salah satu prioritas juga. Pentingnya menjaga kualitas membuat Kresna Hendicraft berkali kali dibawa untuk mengikuti pameran di luar negeri. Mulai dari China, Singapore, Malaysia, Dubai, dan Brunei. Pemesanan pun semakin mudah dengan berkembangnya teknologi.
“Dahulu saya promosi hanya dari mulut ke mulut, dinas ke dinas, tapi saya pun tak ingin kehilangan momen ketika dunia digital mulai merambah. Sudah berkali-kali pesanan ke luar negeri dikirim. Dan alhamdulillah responnya sangat baik,” tutur Woro kepada Bogor In.
Walau sudah banyak para pengrajin, tidak membuat Woro merasa tersaingi. Salah satu anggota tertua di Dekranasda Kota Bogor ini kerap kali memberikan semangat bagi para pengrajin baru. Menurutnya, para pengrajin harus memiliki konsistensi. “Jangan sampai hanya menjadi pengrajin musiman. Kalau mau dikenal ya jangan menyerah, kita harus konsisten terus berjuang, setiap bisnis pasti ada naik turunnya. Ketika di atas kita harus melihat ke bawah, begitupun ketika di bawah jangan sampai lupa kepada yang di atas,” katanya.
Reporter: Hendi Novian
Editor: Robby Firliandoko

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here