“Alisha, kamu harus tahu tidak ada pemimpin yang sempurna di dunia ini. Setiap pemimpin pasti punya kelemahan dan pernah salah. Namun yang penting, bagaimana dia mau belajar dan berusaha menjadi lebih baik. Seperti bunda mu dulu. Waktu kamu belum lahir, bunda cuma bisa masak sayur bening. Tapi sekarang Alhamdulillah sudah bisa masak berbagai jenis masakan, dari mulai sayur sop sampai cumi saos tiram, walau awalnya rasanya nggak karuan.”

Politik Alisha, Cita Aquarta

 Curahan hati  tersebut ditulis oleh Januari Aquarta, sosok muda asal Cibinong, Kabupaten Bogor, pada akun media sosialnya. Alisha Ammerah Aquarta,  nama lengkap anak perempuan dalam tulisan itu adalah putri kesayangan Januari Aquarta dengan Ria Ristina. Januar memang kerap melontarkan narasi bernada satir tentang kondisi politik, sosial dan berbagai peristiwa aktual untuk  mencurahkan perasaannya. Bahasanya sederhana, tajam, pedas, dan kadang  jenaka sehingga menghibur orang yang membacanya.

“Alisha sebagaimana anak kecil lainnya adalah sosok yang polos dan jujur. Jadi Alisha ini simbol ketulusan bagi saya untuk mengungkapkan saran, curhatan, kritik, otokritik tentang kondisi sosial politik dan kehidupan sehari-hari,” ujar Januari.

Januari juga pernah menulis, “Alisha, sebagai aktivis parpol jaman now, berpolitik tidak semata-mata untuk berkuasa saja, tapi untuk membangun peradaban yang lebih baik. Walaupun, saat ini ayah sadar harus berhadapan dengan sinisme masyarakat yang tinggi terhadap parpol.”

Januari mengaku dirinya gelisah dengan berbagai kondisi saat ini. Pembangunan yang dilaksanakan pemerintah, menurut dia, cenderung membuat masyarakat lokal teralienasi, dan bahkan kehilangan eksistensi. “Kecamatan Cibinong sebagai ibukota kabupaten misalnya, pembangunan memang sangat masif, tetapi warga pribuminya hanya menjadi penonton,” katanya.

Ia mengambil contoh pembangunan komplek olahraga GOR Pakansari sebagai pusat kegiataan wilayah. Meski dibangun dengan sangat megah dan mahal, tidak pernah menjadi tempat bagi pengembangan potensi olahraga  warga lokal. “Warga lokal sulit mengakses sarana tersebut. Padahal berapa ratus rumah digusur untuk megaproyek GOR Pakansari,” tambahnya.

Selain fisik, nafas pembangunan yang hanya berorientasi pada pertumbuhan, kata Januar,  juga telah dan terus menegasikan kearifan budaya lokal dan nilai-nilai spiritual. Menurut dia, pengikisan nilai budaya dan agama,  pada akhirnya akan membuat Kabupaten Bogor  kehilangan identitasnya sebagai daerah Tegar Beriman. Kabupaten dengan masyarakat yang berbudaya dan memegang teguh nilai agama.

Karena kegelisahannya, Januar yang merupakan Sarjana Ilmu Politik UIN Syarif Hidayatullah akhirnya mantap memutuskan bergabung dengan partai politik. Untuk menyalurkan aspirasi dan gagasannya, ia memilih Partai Golkar sebagai wadah untuk berlabuh. Bertahun-tahun aktif dalam kepengurusan, Januar kini mencalonkan diri sebagai anggota DPRD Kabupaten Bogor dari daerah pemilihan satu dengan nomor urut lima.

“Sebagai orang muda, saya ingin berkontribusi membangun daerah ini dengan langkah-langkah segar sesuai dengan kebutuhan zaman. Dan yang paling penting, tetap mengedepankan kelestarian budaya dan nilai spiritual agama,” jelas sosok yang juga Wakil Sekretaris Pemenangan Pemilu Dapil I, DPD Partai Golkar Kabupaten Bogor.

Januar memang menaruh perhatian pada konsep spiritualitas pembangunan. Hal ini, tidak lepas dari latar belakang pendidikannya sebagai santri. Januar pernah mondok di Pesantren Raudhatul Hikam pimpinan KH. Zein Djanuji, dan menjadi jamaah toriqoh Qodiriyah Wa Naqhsabandiyah di pondok tersebut. Ia juga pernah mengenyam pendidikan di pondok pesantren modern Daruttaqwa, Cibinong dan mengenyam pendidikan di Pusat Studi Islam dan Kenegaraan Indonesia, Jakarta.

Sementara, nalar kritisnya terhadap masalah sosial politik tidak lepas dari latar belakang pendidikan formal dan pergaulannya. Januari menamatkan pendidikan sarjana ilmu politik di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Ciputat. Ia aktif dalam organasasi kemahasiswaan PMII. Ia juga aktif dalam organisasi kepemudaan dan hingga kini tercatat sebagai pengurus DPD KNPI Kabupaten Bogor.

“Bagi saya, bergerak adalah sebuah keniscayaan, dan bergerak dengan cerdas adalah satu keharusan,” tandasnya (*)

 

(INFO GRAFIS)

Nama : Januari Aquarta

Nama istri : Ria Ristina

Nama Anak : Alisha Ameerah Aquarta

 

PENDIDIKAN FORMAL :

–          SDN PAKANSARI 2 CIBINONG (1999)

–          MTSn CIBINONG  (2002)

–          SMAN 2 CIBINONG (2005)

–          UIN SYARIF HIDAYATULLAH (2010)

PENDIDIKAN NON FORMAL

–          Ponpes Salafi Raudhatul Hikam

–          Ponpes Modern Daruttaqwa

–          Pusat Studi Islam dan Kenegaraan Indonesia 2010

ORGANISASI

–          PENGURUS PMII CABANG CIPUTAT (2007)

–          PENGURUS DPD KNPI KABUPATEN BOGOR (2000-SEKARANG)

-Ketua Forum Diskusi Ciputat School

KARIR

–          Reporter Media bogoronline.com

-.  Pendiri media online Bogor.com

–          Peneliti Muda PSIK Indonesia

–          Staf Fraksi Partai Golkar

PRESTASI 
– Juara Catur Putra terbaik Tingkat Kabupaten Bogor (1998)

–          Juara 1 Kaligrafi Antar santri Tingkat Kabupaten Bogor (1998)

PANDANGAN POLITIK

“Politik adalah jalan yang kita tempuh untuk mengabdi dan berjuang kepada masyarakat”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here