Penulis : Giffar Rivana

Kampung kaleng, yang terletak di wilayah Kp. Dukuh Desa Pasir Mukti Kecamatan Citeureup, sudah berjalan sejak tahun 60an. Berawal dari keisengan, warga di sana memanfaatkan keahlian, mengubah kaleng bekas menjasi sebuah barang yang berguna bagi kehidupan sehari-hari.

Dulu, kampung kaleng menyulap sebuah kaleng bekas, menjadi kompor minyak yang masih menjadi primadona di masanya. Namun, mengikuti perkembangan waktu. Kini, Kampung kaleng sudah banyak produk yang di hasilkan oleh para pengrajin. Mulai dari, kaleng kerupuk, oven kompor, penyiram tanaman, cetakan kue, dandang dan masih banyak lagi.

Bermula dari 15 orang pengrajin pada masa itu, sekarang Kampung kaleng sudah memiliki sekiranya 1500 orang pengrajin kaleng se Kecamatan Citeureup. Mereka biasa membuat suatu barang sesuai pesanan pelanggan. Semisal, satu orang pengrajin dapat menghasilkan tiga buah oven kompor dalam satu hari.

Dedi Ahmadi adalah Ketua umum dari paguyuban pengrajin kaleng di Kampung kaleng Kecamatan Citeureup. ia menjelaskan bahwa produk yang dihasilkan Kampung kaleng sudah menembus pasar Nasional. “produk kita sudah kita kirim ke hampir daerah yang ada di indonesia. Dan Pulau Sumatera adalah langganan produk kami.” Ujar Dedi.

Harga yang di tawarkan pengrajin pun variatif. Mulai dari harga Rp. 6rb berbentuk kaleng kerupuk mini. Sampai Rp. 5jt berbentuk oven gas. Omset penghasilan pun bervariasi untuk pengrajin kaleng kerupuk mini sendiri. Mereka, perbulannya bisa mendapatkan Rp. 7jt/bulannya. Namun, untuk pengrajin oven gas bisa mencapai Rp. 30-40jt/bulannya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here