Reporter: Elshaqi
Menjalin kebersamaan melalui kegiatan fun rafting menjadi pilihan bagi sejumlah anak muda yang tergabung di Pewarta Foto Indonesia Jakarta (PFIJ) dan Pewarta Foto Indonesia (PFI) Bogor bersama Rumah Sakit Siloam di Maseng Rafting, Maseng, Kabupaten Bogor (23/3) lalu.
Sebanyak 50 pewarta foto larut dialiran sungai Cisadane diselangi gelak tawa ketika mengayuh dayung perahu karet untuk mengarungi arus sungak. Mereka yang setiap harinya berburu momen diburu waktu sejenak terlepas.
Kebersamaan antar Pewarta Foto Indonesia bersama Rumah Sakit Siloam merupakan wujud nyata kedekatan insan Media dengan para pahlawan kesehatan. Tak sekedar menikmati arus liar, puluhan pewarta foto pun mengikuti diskusi santai mengenaj teknik memotret persalinan yang dipaparkan fotografer Media Indonesia Ramdani.
Perwakilan Rumah Sakit Siloam Jimmy Rambing mengatakan dirinya bersama Menejemen berharap kegiatan serupa bisa dilaksanakan dalam suasana yang lebih akrab, menurutnya kebersamaan itu harus selalu dijaga.
“Kegiatan ini untuk terus menjalin kerja sama dengan teman-teman pewarta foto dengan Siloam Hospitals sesuai dengan temanya menjalin kebersamaan dan kekompakan,” ujar GM PR dan Media Relations Siloam Hospitals Group Jimmy Rambing.
Di tempat yang sama Sekertaris Pewarta Foto Indonesia Jakarta (PFIJ) Prayogi menyampaikan bahwa kegiatan tersebut diharapkan dapat merekatkan hubungan baik antarkorporasi hingga menepis sekat korporasi dan pewarta foto serta jenjang ruang dan waktu antarsenior dan junior di tubuh PFIJ sendiri.
“Kami berharap dapat meningkatkan kebersaman serta kekompakan antarcorporate dalam hal ini Siloam Hospital dan juga antarpewarta foto itu sendiri, baik  junior dengan senior. Semoga momen dan kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara rutin sehingga terjalinnya komunikasi dan kerjsama yang baik,” ujar Prayogi.
Lanjut Prayogi, kebersamaan tersebut tak hilang begitu saja, namun merupakan langkah awal untuk menguatkan satu sama lainnya, ia pun berharap ke depan organisasi yang menaungi para pelaku foto jurnalistik tak hanya bisa memenuhi kebutuhan kantor namun harus bermanfaat bagi orang lain.
“Ke depan kami berharap bisa memasyarakatkan apa itu foto jurnalistik dan bagaimana cara menghargai karya foto jurnalistik tentunya. Sedah semestinya kita bisa memberikan kontribusi untuk pecinta fotografi pada umumnya,” katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here