Reporter : Giffar Rivana

Editor: Robby Firliandoko

Bagi para musisi, musik adalah bagian dari hidup yang tak bisa di tinggalkan. Dengan apapun caranya, seorang musisi pasti akan selalu mempertahankan eksistensi karya musiknya untuk khalayak luas. Salah satu musik yang diminati para penikmat di tahun 2000-an. Adalah musik indie dengan aliran pop punk

Pasang surut kesuksesan musik indie sudah dirasakan. Setelah mengalami banyak kesuksesan, band-band indie di Bogor mengalami masa sulit setelah memasuki tahun 2015. Pada saat itu, dengan derasnya perkembangan musik, akhirnya pop punk kandas dimakan oleh zaman.

Setelah hampir mengalami kepunahan, Rock In Rain hadir sebagai pemantik semangat untuk teman-teman yang masih mencintai musik pop punk. Komunitas yang berdiri pada 2017 silam ini memiliki 11 band yang eksis di tahun 2000-an. Mereka membentuk Rock In Rain dengan tujuan agar bisa regenerasi musik indie khususnya pop punk di Bogor ini.

Debut mereka dalam memperkenalkan Rock In Rain ke masyarakat luas adalah dengan membuat kompilasi album Rock In Rain 2018. Dengan saling bertukar lagu yang eksis di masanya, 11 band tersebut mengaransemen ulang lagu-lagu yang mereka bawakan dalam album tersebut.

Salah dua dari anggota Rock In Rain Yoga dan Ahong, sangat berharap dengan komunitas Rock In Rain, “rock in rain kita dirikan bukan hanya ajang meregenerasi band-band indie. Tapi juga ajang silaturahmi kita, sebagai musisi di Bogor ini agar terus menjalin komunikasi yang baik, serta bisa terus berkarya bersama,” ujar Ahong.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here