Reporter: Robby Firliandoko
Gunung Mas Puncak Kabupaten Bogor bukanlan destinasi baru yang selalu digandrungi wisatawan domestik dan juga nusantara. Namun, baru-baru ini destinasi wisata yang dikelola oleh Agro Wisata N8 ini memperkenalkan entitas barunya yaitu Galeri Batik Gunung Mas.
Kain putih bersih menjadi bernilai dan memiliki nilai seni saat dicanting dengan metode malam menggunakan pewarna alami oleh Kang Ciwo. Canting sendiri merupakan proses kedua untuk bisa menciptakan kain batik yang syarat akan keindahan. Pada siang yang sejuk di Gunung Mas saat itu, Kang Ciwo sedang menyanting kain putih dengan motif Nyadap Karet. Pemuda asli Gunung Mas yang merupakan satu dari 20 perajin Batik Gunung Mas ini bercerita bahwa Nyadap Karet adalah kegiatan petani dalam mengambil getah karet dengan cara disadap.
Penanggung jawab Galeri Batik Gunung Mas Osten bercerita bahwa Galeri Batik baru beroperasi selama delapan bulan. Meski demikian, penjualan sudah banyak. Dalam sebulan, Galeri Batik dapat menjual kain batik sebanyak 20 hingga 30 lembar. Mengenai jenis, Galeri Batik memiliki dua produk, yakni Batik Tulis dan Batik Cetak.
“Melalui kain batik, kami ingin memperkenalkan hasil perkebunan PT Perkebunan Nusantara VII di antaranya Kopi, Teh, Karet dan Sawit,” kata Osten.
Dari mulai harga Rp 800 ribu untuk batik tulis dan Rp 250 ribu untuk batik cetak, Anda dapat membeli satu lembar kain batik Gunung Mas. Selain itu, Galeri Batik juga mengajak masyarakat yang ingin belajar membuat batik dengan harga paket Rp 50 ribu sudah mendapatkan kain batik selebar sapu tangan.
“Kami juga ada kain ikat kepala yang memiliki motif Daun Talas. Dan ke depan, kami akan mulai mengeluarkan produk baju batik,” tambahnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here