Sudah bukan rahasia lagi bahwa perkampungan di Kecamatan Ciomas dikenal sebagai sentra penghasil alas kaki baik sepatu dan sandal. Entah sejak kapan yang jelas kini semakin banyak penduduk setempat beralih profesi membuka bengkel sepatu dan sandal.
Di tengah ancaman persaingan produk-produk luar yang terus membanjiri bisnis dalam negeri, nyatanya, ada saja peminat yang masih mencintai buatan lokal industri rumahan Ciomas ini.
Hal itu dikatakan Didih Supriyadi (38) warga Ciomas, Kabupaten Bogor yang telah lebih dari tujuh tahun menggeluti profesi pengrajin sepatu dan sandal dibantu 12 orang karyawannya. Dalam sehari Didih mampu memproduksi 1.500 kodi bahan sepatu dan sandal.
“Kebanyakan pengrajin sepatu dan sandal di Ciomas memproduksi pesanan dari toko-toko dalam jumlah banyak ada juga yang mengerjakan pesanan untuk ke pasar luar negeri,” ucap Didih, ketika dijumpai di bengkelnya.
Sepatu dan sandal yang dihasilkan industri ini bermacam-macam ukurannya, mulai dari yang kecil sampai yang besar, baik untuk pria maupun wanita. Kualitas produknya pun bisa diadu dengan hasil pabrikan.
Didih menamnbahkan, enam tahun terakhir ini sepatu dan sandal wanita merupakan produk yang paling banyak diminati dan paling banyak permintaannya, karena sesuai dengan perkembangan mode.
Reporter: Hendi Novian
Editor: Robby Firliandoko

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here