Sekolah Keluarga atau yang biasa dikenal dengan Sekar merupakan pusat pengembangan keluarga berbasis komunitas. Sekar sendiri sudah berdiri sejak dua tahun lalu.

“Sebetulnya kita itu bukan komunitas, fokus kita di pengembangan keluarga,” ujar Anggia Chrisanti selaku Pendiri Sekolah Keluarga.

Berawal dari keinginan melakukan suatu hal yang ditujukkan kepada orang tua Anggia Chrisanti dan Hanni Faja Rusli akhirnya mendirikan Komunitas Sekolah Keluarga ini. Konsep yang disuguhkan pun menggunakan konsep “Sekolah 4 Pilar” dari UNESCO yang terdiri atas learning to know, learning to do, learning to be dan learning to live together. Tidak hanya sampai di sana Sekolah Keluarga juga menyuguhkan konsep Pengembangan Keluarga dengan Pendekatan Holistic Integratif.

Konsep Pendekatan Holistic memiliki arti bahwa pendekatan yang digunakan dilakukan secara keseluruhan bahwa dalam sebuah keluarga tidak hanya ibu, ayah atau anak saja. Sehingga Sekolah Keluarga memberikan semua pembelajaran terkait ibu, ayah dan juga anak.

Sementara itu, integratif memiliki arti kesinambanunga bahwa apa yang disampaikan oleh Sekolah Keluarga kepada ibu, kemudian akan dilanjutkan oleh sang ibu di rumah melalui pembuatan pemetaan keluarga sehingga apa yang disampaikan melalui Sekolah Keluarga dapat diapalikasikan untuk anak dan keluarga.

“Sekolah Keluarga Indonesia ini sekolah selama 10 bulan dalam setiap bulan dan dilakukan di hari Sabtu pada sekitar minggu ketiga atau keempat dengan tema berjenjang,” ujar Pendiri Komunitas Sekolah Keluarga Anggia Chrisanti.

Untuk menunjang proses pembelajaran dalam Sekolah Keluarga juga terdapat SPP dan modul. Selain itu, terdapat tugas dan ujian yang harus dilakukan. Tidak lupa ijazah dan wisuda pun menjadi bagian dari proses kegiatan Sekolah Keluarga. Jadi, memang konsep yang disuguhkan layaknya seorang murid yang sedang belajar di sebuah sekolah.

Bagian selanjutnya adalah Ameng Bareng yang dikhusukan untuk anak-anak dari usia dua tahun hingga usia anak-anak Sekolah Dasar. Ameng Bareng ini dilakukan setiap dua kali dalam seminggu dengan melakukan kegiatan seperti outing. Kemudiaan terdapat pula Bakti Sekar yang bertujuan untuk menyebarkan dan mendapatkan ilmu. Bakti sekar ini bisa diminta oleh siapapun dan tidak berbayar atau free.

Dua tahun merupakan usia yang masih muda untuk sebuah komunitas. Meskipun demikian, dalam usia dua tahun tersebut Komunitas Sekolah Keluarga sudah mampu melebarkan sayap mereka hingga seluruh Indonesia dan luar negeri. Hal tersebut terbukti dengan adanya antusiasme tinggi dari masyarakat diluar Bogor yang ingin mengikuti kegiatan Sekolah Keluarga. Mulai dari daerah Depok, Bekasi hingga Tanggerang. Beberapa acara pernah dilakukan oleh Sekolah Keluarga diluar Bogor seperti di Jakarta, Depok, Tanggerag, Bekasi, Bandung hingga Palembang. Tidak hanya itu, Sekolah Keluarga Indonesia juga menyuguhkan kelas online yang diikuti oleh masyarakat luar negeri seperti Jerman, Mesir, Belanda, hingga India

Reporter : Nabila Permata Sari (M)
Editor: Robby Firliandoko

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here