Tidak banyak yang memiliki kesadaran terhadap masa depan generasi berawal dari diri sendiri, dan seorang yang peduli terhadap kesehatan dirinya serta lingkungannya, kemudian ingin mengubah suatu pemikiran seseorang yang setidaknya bisa menyadarkan satu dari sekian banyak masyarakat akan sadar terhadap kesehatan lingkungannya, salah satu tokoh muda yang dapat dijadikan inspirasi ialah Denny Agiel Prasetyo atau yang biasa disapa Denny. Pria kelahiran Jakarta, 6 Januari 1976 silam ini merupakan lulusan dari Fakultas Psikologi, UPI YAI dan lulus pada tahun 2002, lalu ia melanjutkan ke jenjang Pascasarjana Universitas Trisakti.
Kembali membuka lembaran lama, tepatnya pada tahun 1998, sosok Denny muda kerap aktif dalam berbagai kegiatan Kepemudaan dan organisasi, bahkan ia pun terlibat dalam gerakan reformasi 98. Karena kecintaannya terhadap organisasi kepemudaan, olahraga dan lingkungan, membawanya memimpin beberapa organisasi dan dipercaya di HIPMIKINDO dalam mengerakkan sektor usaha mikro. Denny secara pribadi mempunyai keinginan untuk berkontribusi di bidang kepemudaan, ekonomi dan lingkungan. Pada setiap kesempatan,
Denny tidak pernah bosan dalam mengusung isu Nasionalisme pada setiap program-programnya, di antaranya mengedukasi masyarakat dan bekerja sama dengan masyarakat untuk meningkatkan kemandirian ekonomi dengan kesadaran lingkungan. Seperti mengelola produk-produk kreatif sampai mengedukasi pemanfaatan limbah yang dimanfaatkan dan didaur ulang oleh warga bersama rekan rekan lingkungan yang dibinanya dalam Forum Kaukus Lingkungan, tujuannya adalah agar hasilnya bisa dirasakan langsung. Selain itu, limbah juga dapat berguna untuk meningkatkan nilai ekonomi kreatif.
Denny merasa perlu berkontribusi dalam menuangkan gagasan-gagasan kemajuan untuk generasi muda, ia pun aktif dalam berbagai kegiatan olahraga yang ikut mendorong kemajuan olahraga di Indonesia agar dapat mengalami peningkatan. Salah satu bukti nyatanya adalah dengan memberikan perhatiannya kepada para mantan atlet yang dituangkannya dengan memberikan apresiasi kepada para mantan atlet yang berjasa membawa nama harum Indonesia.
“Motivasi saya adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar peduli terhadap dunia olahraga sejak dini, dengan memberikan edukasi kepada anak-anak SD dan SMP bahkan untuk semua kalangan dan usia tentang kesadaran terhadap lingkungan dan kesehatan melalui kebiasaan berolahraga,” katanya.
Bahkan, di sela-sela waktunya, ia kerap mengajak anak dan keluarganya menikmati olahraga di Car Free Day. Selain itu, dirinya  juga kerap berpergian ke daerah untuk menikmatgi ruang Car free day yang nyaman untuk berolahraga. Baginya, lingkungan yang sehat adalah tempat di mana individu dapat melakukan aktivitas Olahraga yang dapat dinikmati bersama, ruang berolahraga yang baik adalah yang bersih, jika tidak diawali dengan lingkungan yang bersih dan sehat maka tidak akan ada kenyamanan di dalamnya. Dengan memberikan contoh serta inspirasi, Denny percaya telah memberikan pengaruh yang baik dengan melakukan kampanye tentang lingkungan dan memberikan edukasi kepada masyarakat. Keindahan lingkungan yang dirasakan saat ini belum tentu bisa dirasakan oleh anak cucu suatu saat nanti. “Sebisa mungkin saya ingin berbuat banyak terhadap lingkungan dan mengajak orang untuk bisa mernjadikan olahraga sebagai bagian kebutuhan primer setiap orang dengan hadirnya ruang publik atau lingkungan yang bersih dan sehat. Karena lingkungan bersih dan sehat itu adalah tempat di mana kita melakukan banyak hal, tempat di mana kita ada di situ, karena itu yang membuat saya berfikir bahwa itu yang harus dijaga. Mencintai lingkungan dimulai dari kesadaran diri sendiri,” tambahnya.
Saat ditemui tim Bogor In dan berbicara tentang pemuda, Denny menyatakan bahwa terdapat sebuah kalimat yang cukup melekat pada pemuda, yaitu “masa depan suatu bangsa ada di tangan pemudanya.” Sebab, pemuda yang berada pada rentang usia 16-30 tahun termasuk kategori usia produktif.
Pada saat tersebut, seseorang dapat melakukan dan mencoba banyak hal. Termasuk memberikan kontribusi untuk memajukan bangsa.
Denny menambahkan, bahkan Presiden Soekarno sudah sejak dulu mengakui kemampuan pemuda untuk membangun bangsa. Dalam salah satu pidatonya Soekarno pernah berkata. “Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia.” Kalimat Soekarno tersebut menggambarkan seberapa besar perubahan yang mampu dibawa oleh pemuda.
“Jika 10 pemuda saja dapat mengguncang dunia, bayangkan jika seluruh pemuda Indonesia bersatu dan bekerja sama membangun Indonesia. Niscaya, masa depan cerah ada di tangan bangsa ini,” terang Denny.
Deny menyakini bahwa pemuda adalah tulang punggung kemajuan suatu bangsa. Sebab, generasi muda memiliki kemampuan berinovasi dan berkreativitas untuk mengembangkan ekonomi bangsanya. Untuk itu, pembangunan dan peningkatan kualitas pemuda Indonesia harus menjadi prioritas pemerintah. Mengingat, kemajuan serta masa depan bangsa ada di tangan pemuda.
Menurutnya, peningkatan kualitas pemuda harus dilakukan dari berbagai sisi, baik dari sisi pendidikan, keterampilan, maupun karakter. “Apalagi, saat ini Indonesia tengah bersiap menyambut bonus demografi pada 2030 mendatang. Untuk itu, keterlibatan pemuda menjadi sangat penting,” ujarnya.
Denny berharap Pemuda tidak hanya ditempatkan sebagai penerima manfaat dari suatu pembangunan, tetapi juga harus terlibat sebagai pengendali dalam proses pengambilan keputusan yang akan berpengaruh bagi pengembangan Indonesia yang kelak akan dipimpin para pemuda.
Di bidang ekonomi, menurutnya kepemudaan dapat mengerakkan sektor ekonomi mikro. “Untuk memajukan pemuda, targetnya satu, maju tidaknya sebuah kota tergantung anak mudanya,” tegasnya.
Denny mengatakan bahwa pemuda harus dirangkul dan diberi tanggung jawab besar untuk ikut terlibat, mengawasi, menjalankan langsung, memberi kritik saran membangun serta mempromosikan ide-ide pembangunan seluas-luasnya melalui media sosial.
Berbagai kegiatan online dan offline harus terus didorong agar anak-anak muda mau ikut berperan. Perlunya dibuka kanal dan kran komunikasi melalui media sosial, pertemuan komunitas, fasilitasi digital Creative, PIP dan pelatihan gratis, co-working space dengan berbagai fasilitas serta sarana prasarana pendukung perlu dikembangkan.
Sehingga diharapkan pemuda mau bergerak hingga lahir gerakan yang diinisiasi anak muda sebagai langkah nyata berpartisipasi dalam pembangunan dalam menyalurkan ide kreatif, tenaga hingga berwirausaha menggarap potensi yang ada. Sehingga mampu melahirkan UMKM yang digarap oleh anak2 muda.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here