Tiga mahasiswa IPB University, Hajrian Rizqi Albaraki, Siti Nur Asiyah Wardah dan Rezhelena Moesriffah  berhasil menjuarai Kompetisi Nasional ‘Optimizing Youth Development In Technology And Creative Economics Stability In The Industry 4.0’ yang diselengggarakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Udayana Bali, (10/8).

Tim yang berlatar belakang dari jurusan yang berbeda ini berhasil merebut tiga dari lima nominasi juara kompetisi tersebut yakni Piala Juara 1, Best Idea, dan Best Delegate dengan esai bertema Peran Generasi Muda Dalam Pemanfaatan Ekonomi Kreatif Berbasis Green Economy.

Menurut Hajrian, permasalahan sampah belum terselesaikan dengan baik di Indonesia. Permasalahan tersebut ditimbulkan oleh pengelolaan yang belum efektif dan belum ada sistem yang benar-benar tepat. Tak heran sudah banyak permasalahan yang ditimbulkan oleh sampah tak hanya dari permasalahan lingkungan, kesehatan masyarakat, dan sampai ke permasalahan sosial ekonomi serta budaya. “Untuk itu kami menggabungkan industri kreatif, 4.0, dan green ekonomy dalam teknologi penanggulangan sampah yang kami gagas,” tutur Hajrian, ketua tim.

Lebih lanjut, Hajrian mengatakan bahwa menggunakan pendekatan teknologi sebagai salah satu industri kreatif terbaru yang saat ini booming untuk membentuk suatu sistem manajemen sampah,” ujar Hajrian.

Selain itu, Hajrian menjelaskan bahwa di dalam teknologi yang mereka gagas, masyarakat dapat memperjualbelikan sampah secara langsung disalurkan oleh pengemudi secara berlangganan per bulan. Oleh pengemudi, sampah diteruskan ke pabrik pengolahan dan akan dialokasikan kepada pendaur ulang dan pengrajin.

Hajrian juga menjelaskan bahwa hasil daur ulang sampah dari sistem ini akan dikumpulkan dalam suatu pasar digital bernama trashshop. “Jadi ada tiga aplikasi dalam gagasan ini yaitu Trashlock untuk driver sampah, trashwe.id untuk penyetor sampah dan konsumen dan trashshop untuk penjual yang semuanya diatur dalam satu server,” jelas Hajrian.

Kelompok ini berharap karya yang berupa gagasan ini dapat diwujudkan dalam bentuk aplikasi nyata di kemudian hari. Sambil mencari celah untuk mewujudkannya, kelompok ini berencana akan mengikutkan ide ini dalam kompetisi perencanaan bisnis. “Kita juga ingin menambah fitur-fitur dimana aplikasi itu dapat berjalan sempurna dan manfaatnya bisa dirasakan masyarakat luas,” tutur Hajrian

Kelompok ini berharap dengan adanya aplikasi ini masyarakat dapat termotivasi untuk memilah sampah dan mengumpulkan sampah. “Di dalam gagasan ini kami juga telah memasukkan sistem donasi agar lebih memotivasi masyarakat dengan mau memilah sampah yang akan dimanfaatkan dalam membuat produk daur ulang sehingga dapat berkontribusi juga dalam meningkatkan ekonomi masyarakat,” tutur Hajrian, Sang Peraih Best Delegate dalam konferensi ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here