Tingginya minat pasar terhadap produk olahan jamur tiram membuat banyak pihak mulai mencari cara membudidayakan jamur dan aneka olahannya. Hal inilah yang mendorong Eko Suswanto Pratomo untuk membudidayakan jamur tiram.

Bermula pada kegagalan dari usaha sebelumnya, Eko mencari jenis usaha yang mudah dan tidak repot. Pada tahun 2013, ia melihat adanya peluang di usaha budidaya jamur tiram, dan sejak itulah ia mencoba membudidayakan jamur tiram dengan membeli 500 baglog bibit jamur lalu dibudidayakan di rumahnya dan upayanya ini berhasil.

Keberhasilan itu membuatnya ingin mengetahui cara membuat baglog, agar bisa memproduksinya sendiri tanpa harus membelinya pada orang lain. Karena tidak hanya jamurnya saja, bibit jamur atau baglog juga banyak diminati orang-orang yang ingin mencoba membudidayakan jamur tiram di rumah.

“Saya awalnya mau coba sendiri secara otodidak liat di internet bahan sama prosesnya, tapi semua yang dikasih tahu masih kurang, gagallah akhirnya. Terus saya coba silaturahmi datang ke Dinas Pertanian Kabupaten Bogor dengan niat bertanya-tanya, akhirnya saya dikasih pelatihan sampai saya bisa memproduksi dan membudidayakan jamur tiram,” kata Eko.

Berkat kegigihannya, pria yang murah senyum ini bisa memproduksi puluhan ribu baglog dengan penjualan minimal 10.000 baglog setiap bulan ke berbagai kota di Indonesia. “Saya bisa membuat 1.500 baglog bibit jamur dalam sekali produksi yang dijual Rp 2.000 per baglognya. Kalo untuk jamurnya sekali panen saya bisa dapet ratusan kilo per bulannya, dengan harga jual Rp 15.000/kg,” tambah Eko.

Tak hanya menjual bibit dan jamurnya saja, kini usaha yang bernama PO Mushroom Bogor itu juga sering membuat pelatihan untuk membudidayakan jamur tiram, mulai dari pelajar, mahasiswa dan perorangan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here