Festival of Lights sukses digelar di kawasan Selatan Monas sejak tanggal 15 Agustus – 25 Agustus 2019. Festival of Lights ini menggunakan tema sejarah Indonesia dan digabungkan dengan teknologi lampu warna warni yang menghiasi Taman Monas.
Terdapat berbagai macam bentuk-bentuk lampu yang lucu dan tentunya instagramable yang cocok untuk tempat berfoto. Festival of Lights menjadi ruang alternatif rekreasi bersama keluarga dan pasangan. Untuk menikmati Festival of Lights ini tidak dipungut biaya sepeser pun dan hanya datang ke Monas.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Monas, Munjirin, mengatakan, Festival of Light merupakan pameran lampu yang ditempatkan di pelataran taman bagian Selatan dan Barat.
“Festival ini juga dibuat untuk menarik wisatawan domestik dan mancanegara untuk mengunjungi Monas di malam hari. Taman yang digunakan memiliki luas sekitar 6 hingga 8 hektare,” ujar Munjirin di kawasan Monas, Rabu (14/8/2019) malam.
Munjirin menjelaskan, Festival of Light memberikan pemaknaan pada taman kota di malam hari dengan mengambil makna dari diorama yang ada di museum sejarah nasional.
“Panggung utamanya kapal, karena kita tahu Indonesia negara kepulauan dan luas lautannya sangat luas ketimbang daratannya. Perjuangan Indonesia juga dulu banyak ditandai dengan menggunakan kapal,” bebernya
Festival of Lights juga dimeriahkan oleh DJ Tanah Air. DJ tersebut tidak memainkan lagu seperti di tempat hiburan malam. Namun, DJ memainkan lagu dengan Tema Nasionalis. Perpaduan yang harmonis antara lantunan lagu dari DJ, permainan lampu laser, dan panggung yang berbentuk kapal dan dihiasi oleh lampu-lampu yang cantik membuat suasana Festival of Lights ini menarik dan unik.
Reporter : Clara Owissa Harefa (M)
Editor: Robby Firliandoko

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here