IPB University meraih peringkat pertama dalam penghargaan Science and Technology Index (SINTA) Award 2019 yang diselenggarakan oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). Penghargaan tersebut diserahkan oleh Direktur Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan Kemenristekdikti Dr. Muhammad Dimyati, Kamis (12/9) di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta.

Rektor IPB University Dr. Arif Satria mengungkapkan rasa terima kasih kepada seluruh inventor dan inovator IPB University yang terus mengharumkan serta berkarya untuk IPB University. “Ini sesuai dengan janji kita, inspiring innovation with integrity. Apa yang kita lakukan selama ini merupakan proses yang panjang yang telah dilakukan sudah sangat lama di IPB University. Ini memang menjadi keunggulan IPB University, unggul di bidang sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dan motivasi yang luar biasa untuk memberikan karya terbaik,” ujar Dr. Arif.

Dr. Arif berharap penghargaan ini bisa menjadi penyemangat bagi institusi untuk terus berinovasi dan memberikan manfaat bagi bangsa ini.

“Penghargaan ini bukanlah tujuan akhir, tapi ini harus kita jadikan sebagai pilar penyemangat untuk terus memberikan inovasi-inovasi dan juga paten yang benar-benar bisa langsung diterapkan di dunia industri dan masyarakat,” tambah Dr. Arif.

Sementara itu, Direktur Inovasi dan Kekayaan Intelektual IPB University Dr Ir Syarifah Iis Aisyah menyampaikan bahwa sampai dengan tahun 2019 IPB telah menghasilkan 469 paten, dimana 157 di antaranya telah Granted.

“Langkah IPB ke depan adalah mendorong paten dan produk komersial sebagai basis kekuatan institusi pendidikan untuk lebih maju dan bersaing secara global sebagai komitmen memajukan dan mensejahterakan bangsa. Untuk itu, dukungan dari stakeholder terkait sangat diperlukan, antar lain sistem insentif yang konkrit dari pemerintah dan dukungan industri untuk percepatan komersialisasi hasil riset, serta penguatan kerjasama dengan pelaku bisnis dan pemerintah untuk pengembangan inovasi bagi pembangunan daerah berbasis potensi lokal.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here