Gagal tumbuh pada bayi dan balita yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis atau stunting menjadi perhatian banyak pihak. Demi mencegah serta mewujudkan generasi emas di masa depan, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Bogor bersama Istri Ikatan Dokter Indonesia (IIDI) Kabupaten Bogor menggelar penyuluhan stunting.

IDI bersama IIDI Kabupaten Bogor menggelar penyuluhan tentang stunting dengan menghadirkan Penyuluhan kesehatan yaitu dr. Widja SpOG pada hari Jumat, 11 Oktober 2019 di Posyandu Binaan IIDI Kabupaten Bogor Posyandu Anggrek di Jalan Kirai Kelurahan Tengah, CIbinong.

Ketua Panitia Hari Bakti Istri Dokter Kabupaten Bogor dr. Melina Fitri Andria menjelaskan bahwa kegiatan yang mengusung tema Mencegah dan Menanggulangi Stunting Demi Generasi Emas ini merupakan salah satu rangkaian Hari Bakti Dokter Indonesia yang juga HUT IDI dan Bulan Bakti Istri Dokter Indonesia 2019. “Untuk IIDInya sendiri kami ada 4 kegiatan setiap minggu selama satu bulan, pada tanggal 2 Oktober lalu kami menggelar kegiatan di SMA 1 Tajur Halang, kedua hari ini, kemudian akan ada lagi pada tanggal 17 Oktober dan puncaknya pada tanggal 27 Oktober di Car Free Day Stadion Pakansari,” kata dr. Melina.

Pada kegiatan yang diikuti oleh 50 peserta ini juga dilakukan pemberian bantuan gizi bagi 10 anak kurang gizi/stunting, pemberian telur dan sayur bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan remaja putri, kemudian pemeriksaan Hb gratis, dan pemberian tablet Fe (Zat Besi tambah darah). Ketua Panitia dr. Melina berharap melalui kegiatan ini masyarakat jadi paham akan dampak dari stunting, dapat memperbaiki asupan gizi bagi keluarga dan anak-anak agar terhindar dari stunting dan menanggulangi ketika buah hati sudah terkena stunting.

Pada sesi penyuluhan, narasumber dr. Widja SpOG menjelaskan bahwa untuk mencegah stunting, Ibu yang sedang mengandung harus memenuhi kebutuhan gizi sejak hamil, rutin memeriksa kesehatannya ke dokter atau bidan. “Ibu juga wajib memberikan ASI ekslusif selama 6 bulan pertama, kemudian orang tua harus terus memantau tumbuh kembang anak dengan membawa buah hati ke Posyandu atau Klinik Anak secara berkala dan selalu jaga kebersihan lingkungan,” kata dr. Widja.

Mengenai IIDI Kabupaten Bogor, Ketua IIDI Kabupaten Bogor Irma Suryani S.Pd. menjelaskan bahwa IIDI Kabupaten Bogor hadir sejak Agustus tahun 1998. IIDI didirikan untuk membantu negara di bidang sosial dan medis. Adapun program unggulan IIDI Kabupaten Bogor sendiri adalah memasyarakatkan kesetaraan gender, pembudayaan gaya hidup bersih dan sehat, serta mencegah penyakit menular dan tidak menular.

“Setelah kegiatan ini insyaAllah kami akan mengadakan khitanan massal, bakti sosial dan pengobatan gratis. Kami punya banyak program yang positif, untuk itu kami berharap kepada IDI agar mendorong istrinya aktif berkegiatan di IIDI,” kata Irma.

Ketua Hari Bakti Dokter Indonesia Kabupaten Bogor dr. Encep menjelaskan bahwa Hari Bakti Dokter Indonesia diperingati pada tanggal 20 Mei, kemudian Hari Ulang Tahun IDI pada tanggal 24 Oktober. Jadi, kegiatan ini adalah kegiatan rangkaian yang berlanjut sejak bulan Mei dan puncaknya pada bulan Oktober. Selain melakukan program pencegahan stunting, IDI juga memiliki program untuk melakukan pencegahan penyakit tidak menular seperti darah tinggi, jantung dan strok yang angka kematiannya tinggi pada usia produktif dan gerakan hidup sehat.

Ditulis Oleh : Robby Firliandoko

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here