Setelah sukses melakukan percontohan penanaman pisang Ambon, petani muda yang tergabung dalam Himpunan Petani dan Peternak Milenial Indonesia (HPPMI) mulai mengembangkan penanaman dalam jumlah besar. Usaha ini dilakukan karena masih kurangnya pasokan pisang khususnya di wilayah Jabodetabek .
Untuk pasokan pisang di wilayah Jabodetabek saat ini masih didatangkan dari Lampung dan Sukabumi. Sedangkan, di wilayah Kabupaten Bogor sendiri masih banyak lahan yang bisa dimanfaatkan untuk pengembangan budidaya pisang dalam jumlah besar. Untuk itu, HPPMI melakukan penanaman dalam jumlan besar di Kabupaten Bogor.
“Di Kampung Waru Doyong, Desa Kuta, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor ini kami sudah siap menanam pisang jenis Ambon seluas 3,5 Hektare. Sebanyak 3.600 pohon pisang,” tutur Ketua Umum HPPMI Aldi Supriyadi saat penanaman perdana pads Sabtu (19/10).
Aldi menambahkan, untuk wilayah kecamatan Ciawi, dan Megamendung telah disiapkan lahan seluas 20 Hektare untuk budidaya Pisang Ambon.
Di tempat yang sama, Ketua Bidang Budidaya Pisang HPPMI, H. Ibnu Hujaimah Azizi, menambahkan bahwa di wilayah Ciawi dan Megamendung sangat baik untuk budidaya pisang jenis apapun, tetapi karena permintaan pisang Ambon cukup tinggi, dirinya memilih pengembangan pisang Ambon.
“Permintaan pisang Ambon untuk keperluan Bogor saja masih kurang, untuk saat ini kami memperluas penanaman, ini bukan berarti ini tidak melirik budidaya pisang jenis lain, tetapi akan dikembangkan pada waktu selanjutnya,” ujar Pria yang akrab disapa Jemy itu.
Satu pohon pisang Ambon dapat menghasilkan 25 sampai 30 kilo dalam satu tandan, bila sudah berjalan, dari luas lahan 10 Hektare, Kecamatan Megamendung dapat menyuplai minimal 3 Ton pisang Ambon setiap harinya.
“Target kami satu tahun 2020 mendatang bisa mencukupi kebutuhan pisang Ambon minimal di wilayah kabupaten Bogor bahkan bisa kirim ke Jabodetabek,” tambah Zemy.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here