Wakil Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim bersama rombongan tim Ekonomi Kreatif (Ekraf) Provinsi Jawa Barat (Jabar) meninjau langsung lokasi pembangunan Gedung Pusat Ekonomi Kreatif Kota Bogor yang berada di atas lahan eks Bakorwil, Selasa (10/12/2019) sore.

Pembangunan yang dibiayai oleh Provinsi Jabar ini diharapkan rampung pada pertengahan hingga akhir tahun 2020 mendatang.

“Sore ini kita bisa melihat langsung progres pembangunan gedung pusat kreatif hub atau pusat ekonomi kreatif Kota Bogor. Asetnya milik Pemprov Jabar, pembiayaan pembangunan juga dilakukan oleh Pemprov Jabar. Mudah-mudahan tahun depan sudah masuk tahap finalisasi, artinya pertengahan atau akhir tahun depan sudah selesai,” ujar Dedie usai meninjau lokasi pembangunan.

Dedie melanjutkan, saat ini Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor kedatangan rombongan Tim Ekraf Jabar berjumlah dua orang. Mereka merupakan tim ahli yang ditunjuk oleh Provinsi Jabar untuk melakukan pendampingan persiapan dari segi nonteknis.

“Pembangunan fisiknya dikerjakan melalui dua tahapan. Tahapan pertama dikerjakan PT Luxindo Putra Mandiri. Kalau dari fisik kita lihat InsyaAllah akhir bulan ini targetnya 28 Desember struktur pembangunan pertama ini sudah selesai, lalu nanti dilakukan proses lelang lagi di Jabar untuk proses finalisasi interior tahun depan termasuk penataan lanskapnya, tamannya, kita tunggu saja,” paparnya.

Sementara mengenai nonfisik, Tim Ahli Jabar Juara Bidang Ekraf, Ben Wirawan mengatakan, kunjungannya ke lokasi pembangunan Gedung Pusat Ekonomi Kreatif bersama Wakil Wali Kota Bogor ini lebih membahas tentang rencana konsep ke depannya akan dimanfaatkan seperti apa.

“Tadi kami membahas nilai ekonomi dari potensi kreatif yang ada disini. Kemudian ekraf ini kan ada kuliner, fashion. Jadi, ini nanti untuk menaikkan nilai tambah secara digital, jadi kalau bicara ruang pameran kurang tepat, tetapi lebih ke ruang pameran Internasional yang dapat mengakses digital marketing, konten generation, bagaimana memecahkan masalah financial, tapi secara digital, itu nanti kelas kelasnya di sini, jadi pelaku ekonomi di Bogor itu diupgrade kemampuannya, diperluas networknya agar pertumbuhannya lebih tinggi,” ungkapnya.

Menurut dia, adanya Gedung Pusat Ekonomi Kreatif ini tidak semata menjadi ruang pameran, akan tetapi bisa dimanfaatkan lebih kepada pengembangan kemampuan para pelaku usaha lebih meningkat.

“Jadi, bukan ruang pameran dalam arti galeri. Konsepnya memang Ekraf ini agak berbeda dengan ruang showroom biasa, pelatihan, edukasi, dan diklat. Justru mereka belajar digital marketing di sini, orang yang bisa menggambar mudah-mudahan menjadi pengusaha fashion, arsitek meluaskan networknya, jadi sebenarnya di sini nilai ekonomi dan kreatif inilah yang jadi pusatnya,” tuturnya.

Sementara di lain pihak, pembangunan Gedung Pusat Ekonomi Kreatif tahap awal ini dikerjakan oleh PT Luxindo Putra Mandiri dengan biaya yang bersumber dari APBD Provinsi Jawa Barat senilai Rp 4,1 miliar.

Lama waktu pengerjaan selama 90 hari kalender yang akan berakhir pada 28 Desember 2019 nanti. Kemudian, pembangunan tahap kedua akan dilanjutkan kembali setelah melalui proses lelang oleh Provinsi Jabar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here