Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) menggelar kegiatan bertajuk Sinergi Komunitas bekerja sama dengan Bogor Ngariung, pada Sabtu dan Minggu, 7-8 Desember 2019 di Bale Arimbi, Gadog Puncak.

Sinergi Komunitas yang diikuti oleh 30 komunitas pegiat perubahan dari Kabupaten Bogor ini bertujuan untuk meningkatkan hubungan baik antarkomunitas dalam melakukan perubahan. Harapannya, setelah kegiatan ini antarkomunitas dapat memperkuat sinegisitasnya dan menciptakan aksi bersama.


Mewakili Pemerintah Kabupaten Bogor, Ketua Tim Branding Bupati Irfan Awaludin menjelaskan bahwa dalam melakukan perubahan dan pembangunan Pemkab Bogor tidak bisa sendiri dan perlu kolaborasi, dan Komunitas adalah salah satu elemen kuat di masyarakat yang dapat menciptakan perubahan.

“Menurut teori Arnold Toynbee, di setiap negara pasti ada the Creative Minority, kelompok kecil yang merindukan perubahan. Saat saya mengenal Komunitas yang tergabung di Bogor Ngariung, yang aktif dalam melakukan perubahan, bahkan tidak memikirkan materi, saya rasa inilah The Creative Minority,” kata Irfan.


Untuk itu, pria yang akrab dipanggil Gus Irfan ini menyampaikan saran agar gerakan komunitas terus dilakukan dan perlu adanya gerakan kolektif. “Bogor sudah bagus punya Bogor Ngariung, saran saya Bogor Ngariung bisa punya legal standing, dan bisa menampung aspirasi dari komunitas. Kalau gerak bersama, kuat dan kompak, pasti bisa melakukan perubahan,” tambah Gus Irfan.

Kemudian, untuk dapat menambah kapasitas serta kemampuan Komunitas Bogor, Sinergi Komunitas mengundang pembicara dari Campaign.com yang memiliki fokus terhadap isu sosial dengan mengkolaborasikan kemampuan marketing, desain dan teknologi.

Campaign.com yang diwakili oleh Ahmad Fathul Aziz dan Galih menginspirasi Komunitas Bogor tentang bagaimana menciptakan dan menjalankan Kampanye Sosial. “Kampanye Sosial perlu cari momentum dan memanfaatkannya dengan baik. Kemudian, di awal itu harus menentukan SMART, spesifik, measurable, attainable, relevant dan timely,” kata Aziz.

Setelah mempertimbangkan SMART, Kampanye Sosial perlu juga mengolaborasikan antara gerakan secara nyata dan maya. Untuk melakukan aksi nyata diperlukan beberapa hal diantaranya, mudah dilakukan, bisa tersirat, dan bisa dilakukan saat itu juga. “Untuk membuat kampanye yang tersirat, coba pikirkan isu-isu yang diperjuangkan dan aksi apa yang berhubungan. List dulu saja sebanyak-banyaknya, dan pikirkan kemudahan aksinya,” tambah Aziz.

Kemudian, kampanye sosial juga memerlukan deskripsi yang jelas, tagar yang memiliki tendangan, kata kunci, dan membuat visual yang menarik. “Cara membuat tagar itu pertama buat daftar kata kunci sebanyak-banyaknya, tagar jangan lebih dari 3 kata, tagar bisa diaplikasikan dalam kalimat, dan hindari kata-kata negatif. Kemudian untuk visual, perlu sesuai dengan tema, sertakan informasi 5W+1H, jangan terlalu banyak tulisan di poster, dan sesuaikan dengan target sasaran,” katanya.

Perwakilan dari Komunitas Kabupaten Bogor Mengajar yang menjadi peserta Sinergi Komunitas Gerry menyampaikan ucapan terima kasih atas kegiatan yang telah diselenggarakan. Melalui kegiatan tersebut, Gerry mengaku memiliki tambahan teman yang luar biasa dan wawasan tentang kampanye di dunia digital. “Saya mewakili KBM mengucapkan terima kasih, seru banget kegiatan dua hari ini. Semoga ini bukan yang pertama dan terakhir,” kata Gerry.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here