tokoh bersejarah dalam dunia pers. (fotografer: Adelia Maulitania)

Reporter: Adelia Maulitania
Editor: Sausan De Ananda

BOGORIN.com, Solo – Museum Pers Nasional merupakan satu-satunya museum di Indonesia yang menyimpan benda-benda bersejarah mengenai pers. Museum yang telah berdiri sejak sekitar tahun 1918 itu menyuguhkan berbagai peninggalan dan cerita sejarah dari dunia pers di Indonesia.

Museum ini mempertunjukkan berbagai hal-hal bersejarah dalam dunia pers. Mulai dari tokoh-tokoh penting dunia pers, koleksi alat-alat khas pers seperti kamera dan mesin ketik milik para tokoh penting, hingga sejarah lahirnya pers di Indonesia.

Bangunan yang ditempati museum ini juga tidak kalah cantik dengan bangunan estetik masa kini. Seperti gedung yang di hias dengan arsitektur batu-batuan. Hal tersebut membuat museum ini hampir mirip dengan Candi Borobudur, karena gaya batu-batuan yang mengelilingi gedung ini.

Selain itu, museum ini juga memiliki beberapa lantai. Di lantai ketiga terdapat balkon yang menyuguhkan pemandangan indah Kota Solo. Dan di lantai keempat terdapat rooftop yang menyuguhkan pemandangan yang lebih cantik dari lantai ketiga.

Andi Prabowo, selaku Subkoordinasi Layanan dan Informasi di Museum Pers Nasional, saat ditanya mengenai keadaan museum di tengah pandemi. Ia memaparkan bahwa museum tetap buka, namun dengan jam buka yang berbeda.

“Museum baru aktif buka lagi bulan Juli kemarin, karena adanya pandemi ini. Jam buka juga berubah. Kalau biasanya buka mulai dari jam 08.00 s/d 16.00 WIB, sekarang jadi pukul 09.00 s/d 15.00 WIB. Terus juga biasanya hari sabtu dan minggu museum tetap buka, tapi karena pandemi ini sabtu minggu jadi tutup,” tuturnya (12/08/2020).

Selain itu, saat ditanya ada atau tidaknya kegiatan yang diadakan dalam rangka menyambut dirgahayu Republik Indonesia. Prabowo mengatakan tidak ada acara khusus yang diadakan umum untuk masyarakat. Hal ini berdasarkan keputusan yang diberikan oleh Pemerintah Kota Solo demi menekan penyebaran Covid-19.

Prabowo menjawab demikian, kemudian menambahkan bahwa ada acara internal yang diadakan demi menyambut kedatangan hari bersejarah bagi Bangsa Indonesia itu. Acara internal yang diikuti oleh para pekerja di Museum Pers Nasional.

“Ada lomba ping-pong tiap sore. Sudah dilaksanakan sejak beberapa hari yang lalu. Ini bisa lah ya disebut sebagai cara kami menyambut tujuh belasan,” jawabnya ketika ditanya mengenai acara untuk menyambut tujuh belasan.

Lomba tenis meja tersebut diadakan dengan dilatarbelakangi oleh kewajiban para pekerja untuk tetap sehat di tengah pandemi ini. Tenis meja dipilih karena merupakan olahraga yang tetap menyehatkan dan dapat dilakukan dengan menerapkan social distancing.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here