Foto : Istimewa

BOGORIN.com, Karanganyar – Batik merupakan warisan budaya dari nenek moyang kita yang diakui oleh dunia. Batik juga mendunia akibat goresan, lukisan, dan motif yang sangat sakral karena memiliki arti dan filosofi tersendiri.

Berbicara motif, batik di Indonesia memiliki beragam motif. Batik di Indonesia dibedakan menjadi dua kategori, yakni kategori batik keratonan dan batik pesisiran.

Batik saat ini menjadi sentral UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) daerah yang memiliki ciri khas tersendiri. Kabupaten Karanganyar memiliki salah satu kampung batik yang berada di daerah Girilayu, Matesih, sehingga lebih dikenal dengan sebutan batik Girilayu.

Partinah (48) menjelaskan bahwa batik Girilayu merupakan UMKM dari Kabupaten Karanganyar, masyarakat di Girilayu hampir tiap rumah memiliki ruang membatik dan memproduksi batik. Batik yang berada di Girilayu juga beragam motif dan harganya, mulai dari Rp250.000 hingga jutaan rupiah.

Kain dan motif dari batik Girilayu juga memiliki daya tarik tersendiri, salah satunya yakni motif Astana Mangadeg yang merupakan landmark yang berada di Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar. Selain itu juga terdapat Astana Giri Bangun yang merupakan makam presiden kedua Republik Indonesia yakni Bpk. Soeharto.

Partinah (48) menjelaskan bahwa motif Astana Mangadeg umumnya merupakan motif yang menggambarkan Kabupaten Karanganyar dan khususnya Kecamatan Matesih. Hal ini dikarenakan motifnya terdiri dari Astana Mangadeg yang merupakan landmark dari kecamatan Matesih, lalu terdapat motif durian yang merupakan hasil panen daerah yang selalu diburu baik warga lokal maupun warga luar, selain itu juga masih terdapat motif hasil panen lain seperti duku dan manggis.

Reporter          : Adityaputra Dewantara

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here