BOGOR – Agro Wisata Gunung Mas, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, masih menjadi salah satu lokasi terbaik untuk Anda kunjungi. Berkonsep luar ruangan atau out door dan penerapan protokol kesehatan yang cukup ketat di destinasi wisata tersebut, bisa menjadi pertimbangan wisatawan mengisi waktu liburan bersama teman dan keluarga. Ada kampung batik dikelilingi kebun teh yang sangat luas.

Sempat tutup total untuk menekan penularan Covid-19, kawasan wisata klasik yang dikelilingi perkebunan teh ini baru kembali beroperasi pada 4 Juli 2020. Untuk menjamin keamanan wisatawan, manajemen memberlakukan protokol kesehatan secara ketat, meskipun kawasan Agro Wisata Gunung Mas didominasi ruangan terbuka.

“Kami sudah menyiapkan sejumlah alat-alat sterilisasi. Mulai pengecekan suhu tubuh di gerbang masuk kawasan. Kendaraan juga harus melewati bilik disinfektan. Kami juga sudah siapkan washtafel dan cairan hand sanitizer di sejumlah titik,” kata Asisten Administrasi Agro Wisata Gunung Mas, Ridwan Fauzan.

Kata dia, selama penutupan, pihaknya melakukan sejumlah pembenahan dalam segi protokol kesehatan. Termasuk pengecekan kesehatan rutin terhadap seluruh pegawai yang mencapai 98 orang. Agar pengunjung semakin merasa aman saat berinteraksi dengan petugas.

Agro Wisata Gunung Mas juga menyiapkan lokasi penginapan dengan berbagai type kamar dari mulai VVIP, VIP dan juga Villa Rumah Kayu

Hapus Agenda Besar

Pada malam pergantian tahun, awalnya manajemen Agro Wisata Gunung Mas menggelar pagelaran musik kelas internasional, Java Jazz yang bisa menarik puluhan ribu orang.

“Akhir tahun ada yang kita cancel. Java Jazz karena kan kita tidak boleh menggelar event yang menarik kerumunan orang. Dari pengalaman sebelumnya, kalau event akhir tahun itu bisa sampai 15 ribuan orang yang datang,” jelas Ridwan.

Wajar jika banyak orang yang hadir ke Gunung Mas untuk menghabiskan malam pergantian tahun. Selain udara sejuk dan bersih, manajemen juga menyiapkan sejumlah penginapan eksklusif tersebar di seluruh kawasan. Pengunjung juga bisa menikmati kekayaan motif batik Nusantara sambil melihat langsung proses pembuatannya. Area camping ground yang luas, serta track jalur bersepeda juga bisa anda nikmati di lokasi tersebut. Pengelola juga menyiapkan area berkuda dan juga spot selfie yang instagramable.

Pembatalan event ini pun berimbas pada potensi pendapatan mereka. “Pasti. Karena selama pandemi ini terjadi penurunan drastis. Dari setiap akhir pekan pun sudah turun dan sekarang tidak ada event juga,” katanya.

Ridwan pun berharap, pengunjung yang datang menerapkan protokol kesehatan selama berada di lokasi. Menurut Dia, disiplin memakai masker, menjaga jarak, dan menjaga kebersihan dengan rajin mencuci tangan akan sangat membantu upaya mengakhiri pandemi. “Kita berharap pandemi segera berakhir agar dunia usaha, khususnya pariwisata kembali ke tatanan normal,” katanya (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here