Bogor – Kementerian Agama berkomitmen untuk memperbaiki layanan pendidikan tinggi keagamaan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah perbaikan tata kelola Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) berstatus Badan Layanan Umum (BLU).
Hal ini disampaikan Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Nizar saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) PTKN BLU 2021, di Bogor, Jawa Barat. “Saat ini kita memiliki 19 PTKN BLU, dan perlu kita lihat bersama apa yang harus kita segera lakukan untuk memperbaiki Tata kelolanya,” kata Nizar, Senin (27/9/2021).
Ia menyampaikan, tata kelola menjadi kata kunci untuk menuju pendidikan tinggi keagamaan yang berkualitas. “Untuk itu, hal pertama yang harus kita lakukan adalah melihat hasil evaluasi yang telah dilakukan BPK (Badan Pemeriksa Keuangan). Kalau harus ada tindak lanjut yang harus diambil, segera selesaikan,” tegas Nizar.
Nizar menyampaikan, sebelumnya, BPK telah melakukan evaluasi terhadap sampling PTKN BLU dan menghasilkan beberapa temuan. “Hasil temuan ini harus menjadi perhatian dan pastikan semua sudah ditindak lanjut. Bagi PTKN BLU yang tidak diaudit, perhatikan juga catatan BPK agar tidak melakukan kesalahan yang sama,” cetusnya.
Hal kedua yang perlu dilakukan PTKN BLU adalah mempekerjakan (hired) SDM profesional untuk mengelola unit usaha. “Misalnya untuk manajer operasional, cari saja dari kalangan profesional. Jadi target pekerjaannya pun dapat diberikan dengan lebih optimal,” kata Nizar.
Ketiga, Nizar meminta optimalisasi Dewan Pengawas (Dewas) BLU. “Terkait hal ini, kami juga mengandung Ditjen Pendidikan Islam untuk dapat mengoptimalkan peran Dewas ini,” jelas Nizar.
Selama ini menurut Nizar, ada beberapa PTKN BLU yang belum memiliki Dewas. “Atau kalaupun ada, ternyata sudah sangat lama SK nya dan belum diperbaharui lagi. Ini perlu kita lihat lagi,” ujar mantan Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag ini.
Nizar pun mengusulkan, dalam pemilihan Dewas perlu memperhatikan keterwakilan komponen yang ada. “Dewas itu kan ada lima. Jadi satu dari Kemenag, satu dari keuangan, sementara yang tiga kita cari orang profesional sehingga bisa berperan memberi arahan atau insight untuk pengembangan PTKN BLU,” sambungnya.
Rakor PTKN BLU digelar selama tiga hari, mulai 27-29 September 2021. Sejumlah narasumber dihadirkan dalam rapat koordinasi ini. Mulai dari Ditjen Pendidikan Islam M. Ali Ramdhani, Sekretaris Inspektorat Jenderal Kementerian Agama Ali Irfan, hingga Direktur PPK BLU Kementerian Keuangan yang akan memberikan materi terkait “Current Issue BLU dan Upaya Pencapaian BLU Sehat dan Akuntabel”.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here