BANDUNG –Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrat Jawa Barat, Anton Sukartono Suratto (Kang Anton) mewanti-wanti agar sosok yang ditunjuk sebagai penjabat kepala daerah harus bersih dari kepentingan politik partisan.

Di Jawa Barat terdapat tiga kepala daerah yang akan digantikan oleh penjabat yaitu Bupati Bekasi, Walikota Cimahi, dan Walikota Tasikmalaya.

“Pemerintah harus hati-hati dalam memilih penjabat kepala daerah, karena pada masa transisi itu sangat rentan. Jadi tidak boleh ada kepentingan politik partisan dalam penunjukkan penjabat tersebut,” ujar Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Barat, Anton Sukartono kepada media.

Menurut Kang Anton yang juga Wakil Ketua Komisi I DPR RI, tugas penjabat kepala daerah adalah selain mengawal transformasi pemerintahan daerah juga memastikan pelayan publik tetap berjalan baik.

“Jangan sampai penjabat kepala daerah malah ikut dalam politik kontestasi atau terlibat pemenangan kekuatan politik tertentu. Ini bisa berdampak kepada fungsi pemerintahan dan pelayanan publik di Jawa Barat,” ujarnya.

Sebagaimana diberitakan, dalam waktu dekat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) akan menetapkan penjabat kepala daerah yang telah habis masa jabatannya.

Berdasarkan amanat Undang-Undang (UU) Nomor 10 Tahun 2016 yang telah disempurnakan menjadi UU Nomor 6 Tahun 2020 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota, kekosongan kursi kepala daerah akan diisi melalui pengangkatan penjabat kepala daerah.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil sudah mengusulkan tiga nama ke Kementerian Dalam Negeri untuk mengisi jabatan kepala daerah yang kosong akibat masa jabatannya segera berakhir.

Masa jabatan kepala daerah Kabupaten Bekasi akan berakhir pada 22 Mei 2022, Kota Cimahi 22 Oktober 2022, dan Kota Tasikmalaya 14 November 2022. (Fal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here