Bogor – Program wisata berkelanjutan Baik Heritage kembali aktif dengan membuka seri dua yaitu “The Legacy Of Buitenzorg History”. Pada seri ini Baik Heritage akan mengajak para time traveler kembali ke masa Eropa dan masa Revolusi di Bogor zaman dulu.

Mirip seri sebelumnya, “The Lost Kingdom of Dayo Pakwan”, kali ini rute yang disiapkan melintas di 19 titik bercerita. Jelajah peninggalan masa pra kemerdekaan hingga masa kemerdekaan dalam Baik Heritage hasil kolaborasi, Ekotifa, Bogor Historia, dan Komunitas Pencinta Museum Bogor (Kompemor) ini sudah menyiapkan suguhan cerita sejarah.

Menurut Afrodita Indayana Founder Ekotifa, langkah awal tim melakukan survey kelayakan di sejumlah titik bangunan sejarah di Kota Bogor. Survey ini bertujuan untuk dua hal, yang pertama adalah untuk mengkonfirmasi dan melihat kondisi adanya kurang lebih ada 40 Bangunan tua di area Istana bogor – Stasiun kota bogor – Kota Paris – Jalan Merdeka – Air Mancur – Jl Pemuda/A.yani – Jl Sudirman – Taman Kencana yang memiliki nilai sejarah tinggi.

Ditambahkan Afro, kedua, mengidentifikasi elemen dari sisi pariwisata berkelanjutan terkait 4A (atraksi, amenitas, aksesibilitas, ancillary/daya dukung) yang dilakukan oleh tim Ekotifa. Tahap itu sudah menjadi S.O.P di tiap seri kita dari Baik Heritage.

“Identifikasi itu perlu karena kita tidak ingin wisatawan datang tanpa ada kesan dan yang terpenting adalah sejauh mana mereka bisa menikmati keramahan warga Kota Bogor,” kata Afro.

Sementara komunitas Bogor Historia dan Kompemor melakukan penggalian data terhadap objek yang akan dikunjungi. Terkait nilai bangunan Heritage dan nilai sejarahnya pada masa kolonial atau masa pra kemerdekaan.

Menurut Yudi Irawan dari Komunitas Bogor Historia, seri dua akan lebih mengembangkan memperluas lintasan yang bisa dilalui peserta Baik Heritage. Fokusnya ke bangunan pra kemerdekaan antara lain Jembatan Merah, Makorem, Kota Paris, Kapten Muslihat serta objek lainnya.

“Kita akan memberikan sebuah cerita singkat terkait cerita sejarah beserta pranala luarnya,” terang Yudi.

Yudi berharap, di seri dua ini masyarakat lebih mengenal sejarah kotanya. Selain itu kegiatan ini juga merupakan upaya untuk pelestarian cagar budaya Kota Bogor dan pengembangan wisata Kota Bogor.

“Melalui kolaborasi dan sinergi berbagai entitas ini nantinya ada aset sejarah di Bogor yang bernilai tinggi. Sehingga dapat diapresiasi dengan efektif, untuk seluruh masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung ke Kota Bogor,’ tutup Yudi. (Peg)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here