Bogor – Universitas Djuanda menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Komunitas Pembudidaya Lebah Madu Kecamatan Megamendung Kabupaten Bogor. Kegiatan tersebut melibatkan 17 mahasiswa yang berasal dari sembilan perguruan tinggi di Indonesia, seperti Universitas Islam Riau, Universitas Bandar Lampung, Universitas Tanjung Pura, Universitas Tadulako Sulawesi Tengah, Universitas Bina Bangsa Getsempena Banda Aceh, Universitas Mataram, Universitas Kristen Indonesia Paulus, Universitas Bengkulu, dan Universitas Djuanda sendiri. Kegiatan yang dimotori oleh Dr. Agustina M. Purnomo tersebut bertujuan untuk mendorong mahasiswa agar dapat berkontribusi nyata dalam mengembangkan kearifan lokal budaya Sunda dan kegiatan produktif pemuda di Kabupaten Bogor.
Mengusung tema Promosi Wisata Budaya Berbasis Keberagaman, Inklusifitas dan Kearifan Lokal kegiatan pengabdian masyarakat tersebut berhasil menggali potensi Komunitas Pembudidaya Lebah Madu Kecamatan Megamendung Kabupaten Bogor. Komunitas yang telah berdiri tahun 2018 didirikan oleh Kang Sholeh atau dikenal dengan nama beken Kang HB.
Komunitas ini bertujuan untuk memberdayakan kelompok pemuda dengan melakukan kegiatan yang menghasilkan secara ekonomi, mengedukasi mengenai manfaat madu dan kelestarian alam untuk kelompok pemuda dan masyarakat sekitar serta mengedukasi mengenai manfaat madu alam asli. Kegiatan pembudidaya ternak madu cukup menjanjikan secara ekonomi, satu rumah madu dapat berisi 6-8 kepingan yang dapat dipanen setiap 1-2 minggu. Satu rumah madu dapat menghasilkan 3,5-4 kg madu. Dengan harga jual 1 kg Rp 360.000 maka penghasilan dari kelompok lebah madu cukup menjanjikan. Prinsip kelestarian alam diterapkan dengan memanen hanya madunya,menyisakan madu untuk makanan lebah dan tidak mengganggu anak-anak lebah. Pendapatan produktif dari pembudidayaan lebah secara tidak langsung akan mendorong pemuda melestarikan sumber utama madu, yaitu bunga dan pohon penghasil madu.
Komunitas yang dipimpin oleh Kang HB tersebut menerapkan prinsip bahwa hasil panen madu terbagi menjadi tiga bagian. Satu bagian untuk pendapatan, satu bagian untuk alam dan lebah sendiri serta satu bagian untuk berbagi. Melalui ketiga prinsip ini, komunitas pembudidaya lebah dapat menyeimbangkan antara kepentingan ekonomi, kelestarian alam, edukasi dan peran dalam masyarakat.
Kemunitas HB telah memiliki instagram @saung.lebahmadupaseban. Mereka juga memiliki akun youtube dengan nama HB Honey. Pemasaran madu telah mencapai luar negeri, seperti Malaysia dan Singapura. Ketua komunitas juga telah dipercaya menjadi ketua DPD ILMI Kabupaten Bogor (Dewan Perwakilan Daerah Inspirator Lebah Madu Indonesia).. Keanggotaan ketua komunitas di ILMI selain sebagai sarana penguatan keilmuan juga sebagai sarana promosi.
Sesuai dengan hasil diskusi dan penggalian potensi, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menghasilkan video promosi, publikasi di media massa dan pencetakan leaflet. Kegiatan juga dilakukan dalam bentuk pembekalan pengembangan potensi wisata oleh narasumber. Hasil pembekalan adalah adanya kesepakatan antara pihak Saung Lebah Madu dengan The Paseban Resort untuk melanjutkan kerjasama paket eduwisata.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here